Senin, 27 April 2015

Syirik

Syirik
           
            Syirik banyak macamnya, di antaranya adalah syirik besar dan syirik kecil. Semua itu wajib dijauhi. Rasulullah Saw. mengajarkan kepada kita agar berdoa,
20150421_160827.jpg
            “Ya Allah, kamu berlindung kepadaMu dari menyekutukanMu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampun kepadaMu dari (menyekutukanMu dengan sesuatu) yang tidakkami ketahui.” (HR. Ahmad dengan sanad shahih).

1)    Syirik Besar
            Syirik besar adalah menjadikan sesuatu sebagai sekutu (tandingan) bagi Allah. Dalam ash-Shahihaindisebutkan, Ibnu Mas’ud ra. Meriwayatkan, aku bertanya kepada Nabi Saw., “Apa dosa yang paling besar?” Beliau menjawab, “Yaitu engkau menjadikan tandingan (sekutu) bagi Allah sedangkan Dia-lah yang menciptakanmu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

A.      Macam-Macam Syirik Besar
1)      Syirik dalam doa
            Yaitu berdoa kepada selain Allah, baik kepada para nabi atau wali, untuk meminta rezeki atau memohon kesembuhan dari penyakit. Allah berfirman,
            “Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak member manfaat dan tidak (pula) member mudarat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang    zhalim.” (Yunus: 106).
            Zhalim yang dimaksud oleh ayat ini adalah syirik. Dalil yang menyatakan bahwa berdoa kepada selain Allah, baik kepada orang-orang mati atau orang-orang yang tidak hadir merupakan perbuatan syirik adalah Firman Allah,
            “Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu, dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari Kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan   tidak ada yang memberikan keterangan kepadmu sebagaimana yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui.” (Fathir: 13-14).
2)      Syirik dalam sifat Allah
            Seperti kepercayaan bahwa para nabi dan wali mengetahui hal-hal yang ghaib. Allah berfirman,
            “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tak ada yang mengetahuinya  kecuali Dia sendiri.” (Al-An’am: 59).
3)      Syirik dalam mahabbah (kecintaan)
            Yaitu mencintai seseorang, baik wali atau lainnya sebagaimana kecintaannya kepada Allah. Allah SWT. berfirman,
            “Dan dia antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya, sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165).
4)      Syirik dalam ketaatan
            Yaitu ketaatan kepada ulama atau syaikh dalam hal kemaksiatan, dengan mempercayai bahwa hal tersebut dibolehkan. Allah berfirman,
            “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah.” (At-Taubah: 31).
5)      Syirik hulul
            Yaitu mempercayai bahwa Allah menyatu ke dalam makhlukNya.
6)      Syirik tasharruf (tindakan)
            Yaitu keyakinan bahwa sebagian wali memiliki keleluasan untuk bertindak dan mengendalikan urusan makhluk, percaya bahwa mereka bisa mengatur persoalan-persoalan makhluk. Allah SWT. telah menanyakan orang-orang musyrik terdahulu dengan FirmanNya,
            “Dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka menjawab, ‘Allah’.” (Yunus: 31).
7)      Syirik khauf (takut)
            Yaitu keyakinan bahwa sebagian dari para wali yang telah meninggal dunia atau makhluk-makhluk yang ghaib bisa melakukan dan mengatur suatu urusan serta mendatangkan mudarat (bahaya). Karena keyakinan ini, mereka menjadi takut kepada para wali atau makhluk ghaib tersebut. Hal ini mereupakan kepercayaan orang-orang musyrik, yang diperingatkan al-Qur’an dalam FirmanNya,
            “Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hambaNya? Dan mereka menakut-nakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah.” (Az-Zumar: 36).
            Adapun takut kepada hewan liar atau kepada orang hidup yang zhalim tidak termasuk dalam syirik ini. Itu adalah ketakutan yang merupakan fitrah dan tabiat manusia, dan tidak termasuk syirik.
8)      Syirik hakimiyah
            Termasuk dalam syirik hakimiyah (kekuasaan) yaitu mereka yang membuat dan mengeluarkan undang-undang yang bertentangan dengan syariat Islam dan membolehkan diberlakukannya undang-undang tersebut. Yang tergolong musyrik dalam hal ini adalah para hakim (penguasa, yang membuat serta memberlakukan undang-undang), dan orang-orang yang mematuhi dan menjalankan undang-undang tersebut, jika meyakini kebenarannya dan rela dengannya.

B.      Akibat Dari Syirik Besar
1)      Bisa menghapuskan amal
            Allah berfirman,
            “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, ‘Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Az-Zumar: 65).
2)      Tidak akan diampuni Allah
            Syirik besar tidak akan diampuni Allah SWT. kecuali dengan taubat dan meninggalkan perbuatan syirik secara keseluruhan. Allah berfirman,
            “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik itu bagi siapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (An-Nisa’: 116).

2.     Syirik Kecil
            Syirik kecil yaitu setiap perantara yang dapat menyebabkan kepada syirik besar, namun belum mencapai tingkat ibadah, maka tidak menjadikan pelakunya keluar dari Islam, akan tetapi termasuk dosa besar.

A.      Macam-Macam Syirik Kecil
1)      Riya’ dan melakukan suatu perbuatan karena manusia
            Seperti seorang Muslim yang beramal dan shalat karena Allah, tetapi ia melakukan shalat dan amalnya dengan baik agar dipuji orang lain. Allah SWT. berfirman,
            “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya.” (Al-Kahfi: 110).
2)      Bersumpah dengan nama selain Allah
            Rasulullah Saw. bersabda,
20150421_161422.jpg
            “Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka dia telah berbuat syirik.”        (HR. Ahmad, hadits shahih.)
            Bersumpah dengan nama selain Allah bisa jadi dosa besar, jika orang yang bersumpah meyakini bahwa sang wali memiliki kemampuan untuk menimpakan bahaya atas dirinya jika ia bersumpah dusta dengan namanya.
3)      Syirik khafi (tersembunyi)
            Ibnu Abbas r.a. menafsirkan syirik khafi dengan ucapan seseorang kepada temannya, “Atas kehendak Allah dan kehendakmu.” Termasuk syirik khafiadalah ucapan seseorang, “Seandainya bukan karena Allah, dan (seandainya bukan karena) si fulan.” Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw., “Jangan mengatakan, ‘Atas kehendak Allah dan si fulan.’ Tetapi katakanlah, ‘Atas kehendak Allah kemudian atas kehendak si fulan’.” (HR. Ahmad dan lainnya, hadits shahih).

3.     Fenomena Syirik
            Fenomena dan kenyataan perbuatan syirik yang bertebaran di dunia islam merupakan sebab utama terjadinya musibah yang menimpa umat Islam, juga sebab dari berbagai fitnah, kegoncangan dan peperangan serta berbagai siksa lainnya yang ditimpkanan Allah atas kaum Muslimin. Hal itu terjadi karena mereka berpaling dari tauhid, munculnya syirik dalam akidah dan perilaku mereka.
            Berbagai fenomena kemusyrikan, justru oleh sebagian besar umat Islam dianggap sebagai bagian dari ajaran Islam, karena itu mereka tidak mengingkari atau menolaknya. Diantara fenomena syirik yang terjadi adalah:
1)      Berdoa kepada selain Allah
            Hal ini tampak dalam nyanyian-nyanyian dan senandung yang diperdengarkan pada peringatan maulid atau pada peringatan-peringatan bersejarah lainnya. Seandainya Rasulullah Saw. mendengar nyanyian diatas, tentu Rasulullah akan berlepas diri dari padanya. Sebab tidak ada yang bisa mengubah dari kesulitan menjadi kemudahan kecuali Allah semata.
2)      Mengubur para wali dan orang-orang shalih di dalam masjid
            Banyak kita saksikan di negeri-negeri Islam, kuburan berada di dalam masjid. Terkadang di atas kuburan itu dibangun kubah, lalu orang-orang datang meminta pertolongan kepadanya, sebagai sesembahan selain Allah. Rasulullah Saw. melarang hal ini dalam sabdanya,
20150421_160914.jpg
            “Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai masjid (atau tempat bersujud menyembah tuhan).” (Muttafaq ‘alaih).
            Islam mengharamkan syirik dan mengharamkan prasarana yang bisa menyebabkan syirik.
3)      Nadzar untuk para wali
            Sebagian orang ada yang melakukan nadzar berupa binatang sembelihan, harta atau lainnya untuk wali tertentu. Nadzar semacam ini adalah syirik dan wajib tidak dilangsungkan. Sebab nadzar adalah ibadah dan ibadah hanyalah untuk Allah SWT. semata. Contoh nadzar yang dibenarkan adalah seperti yang dilakukan oleh istri Imran. Allah SWT. berfirman,
            “Ya Rabbku, sesungguhnya aku menadzarkan kepadaMu anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat (di Baitul Maqdis).” (Ali Imran: 35).
4)      Menyembelih di kuburan para nabi atau wali
            Meskipun penyembelihan yang dilakukan di kuburan para nabi atau wali dengan niat untuk Allah, tetapi ia termasuk perbuatan orang-orang musyrik yang menyembelih binatang di tempat berhala dan patung-patung wali mereka. Rasulullah Saw. bersabda,
20150421_160940.jpg
            “Allah melaknat orang yang menyembelih kerena selain Allah.” (HR. Muslim).
5)      Thawaf mengelilingi kuburan nabi atau wali
            Perbuatan ini adalah syirik, sebab thawaf adalah ibadah, dan itu tidak boleh dilakukan kecuali thawaf di sekeliling Ka’bah, Allah berfirman,
            “Dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (Al-Hajj: 29).
6)      Shalat menghadap ke kuburan
            Shalat kepada kuburan tidak boleh dilakukan. Rasulullah Saw. bersabda,
20150421_160956.jpg
            “Janganlah kalian duduk di atas kuburan dan jangan pula shalat menghadap kepadanya.” (HR. Muslim).
7)      Melakukan perjalanan (tour) menuju kuburan
            Melakukan perjalanan menuju kuburan tertentu untuk mencari berkah atau memohon kepadanya adalah tidak diperbolehkan. Rasulullah Saw. bersabda, “Tidaklah perjalanan dipaksakan kecuali kepada tiga masjid; Masjidil Haram, Masjidku ini, dan Masjid al-Aqsha.” (Muttaffaq ‘alaih).
8)      Berhukum dengan selain yang diturunkan Allah
            Mengambil hukum selain yang diturunkan Allah adalah syirik. Seperti menentukan hukum dengan perundang-undangan yang dibuat oleh manusia yang bertentangan dengan al-Qur’an al-Karim dan hadits shahih, yaitu jika meyakini diperbolehkannya mengamalkan undang-undang buatan manusia.
9)      Taat kepada para penguasa, ulama, dan syaikh
            Yaitu ketaatan kepada mereka di dalam masalah yang bertentangan dengan nash al-Qur’an dan hadits shahih. Syirik semacam ini disebut “Syirik ath-Tha’ah” (syirik ketaatan). Rasulullah Saw. bersabda,
20150421_161018.jpg
            “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal maksiat kepada al-Khaliq (Allah).”          (HR. Ahmad, hadits shahih).
            Allah berfirman,
            “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan al-Masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Rabb Yang Maha Esa; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (At-Taubah: 31).

4.     Kerusakan dan Bahaya Syirik
            Perbuatan syirik menyebabkan kerusakan dan bahaya yang besar, baik dalam kehidupan pribadi maupun masyarakat. Kerusakan dan bahaya yang paling menonjol adalah:
1)      Syirik menghinaka eksistensi kemanusiaan
            Syirik menghinakan kemuliaan manusia, menurunkan derajat dan martabatnya. Sebab allah menjadikan umat manusia sebagai khalifah di muka bumi. Tetapi kemudian ia tidak mengetahui derajat dan martabat dirinya. Ia lalu menjadikan sebagian dari makhluk Allah sebagai tuhan dan sesembahan. Ia tunduk dan menghinakan dirinya. Allah SWT. berfirman,
            “Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu  apa pun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang. (Berhala-berhala) itu benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui, bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.” (An-Nahl: 20-21).
            “Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (Al-Hajj: 31).
2)      Syirik adalah sarang khurafat dan kebatilan
            Sebab orang yang mempercayai adanya sesuatu yang bisa memberi pengaruh selain Allah di alam ini, baik berupa bintang, jin, arwah atau hantu, berarti ia manjadikan akalnya siap menerima segala macam khurafat (takhayul), serta mempercayai para dajjal (pendusta).
3)      Syirik adalah kezhaliman yang sangat besar
            Yaitu zhalim tanpa kebenaran. Sebab hakikat kebenaran yang paling agung adalah La Ilaha Illallah: “Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah,” tidak ada rabb (pengatur, pencipta yang menghidupkan dan mematikan) selain Allah, tidak ada penguasa selainNya.
            Syirik merupakan kezhaliman dan penganiayaan terhadap diri sendiri. Sebab seorang musyrik menjadikan dirinya sebagai hamba bagi makhluk sesamanya, bahkan mungkin lebih rendah daripadanya. Syirik juga merupakan penganiayaan terhadap orang lain, sebab orang yang dipersekutukan dengan Allah telaih ia aniaya, lantaran ia memberikan hak yang bukan miliknya.
4)      Syirik adalah sumber dari segala ketakutan dan kecemasan
             Orang yang akalnya menerima berbagai macam khurafat dan mempercayai kebatilan akan diliputi rasa takut dari berbagai arah. Sebab ia menyandarkan diri kepada banyak tuhan. Padahal tuhan-tuhan itu lemah dan tak kuasa memberi manfaat atau menolak marabahaya bagi dirinya. Allah berfirman,
            “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mepersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah Neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zhalim.” (Ali Imran: 151).
5)      Syirik membuat orang malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat
            Sebab syirik mengajarkan kepada para pengikutnya untuk mengandalkan para perantara, sehingga mereka meninggalkan amal shalih. Sebaliknya mereka melakukan perbuatan dosa, dengan i’tiqad bahwa tuhan-tuhan akan memberinya syafa’at (pertolongan) di sisi Allah. Dan inilah yang merupakan kepercayaan orang-orang Arab Jahiliyah sebelum datangnya Islam. Allah berfirman tentang mereka,
            “Dan mereka menyembah selain dari pada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah.' Katakanlah, ‘Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahuiNya, baik di langit dan tidak (pula) di bumi.’ Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan (itu).” (Yunus: 18).
6)      Syirik menyebabkan keabadian di dalam Neraka
            Syirik menyebabkan kesia-siaan dan kehampaan di dunia, dan di akhirat menyebabkan pelakunya abadi di dalam Neraka. Allah berfirman,
            “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan Surga kepadanya, dan tempatnya ialah Neraka, Tidaklah bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun.” (Al-Ma’idah: 72).
20150421_161048.jpg
            “Barangsiapa meninggal sedang ia berdoa (menyembah) kepada selain Allah sebagai tandingan (sekutu), niscaya ia masuk Neraka.” (HR. Al-Bukhari).
7)      Syirik memecah belah umat
            Allah SWT. berfirman,
            “Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (Ar-Rum: 31-32).

5.     Cara Menghilangkan Syirik
             Menghilangkan syirik kepada Allah akan sempurna jika terlebih dahulu menghilangkan tiga macam syirik, yaitu:
1)      Syirik dalam perbuatan Tuhan
            Yaitu beri’tikad bahwa di samping Allah, terdapat pencipta atau pengatur yang lain, Allah berfirman,
            “Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ maka terjadilah ia.” (Yasin: 82).
            “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-A’raf:54).
2)      Syirik dalam ibadah dan doa
            Beribadah dan berdoa kepada Allah, disertai dengan beribadah dan berdoa pula kepada para nabi dan orang-orang shalih. Doa seperti itu adalah ibadah kepada selain Allah. Pertolongan tidak boleh dimohonkan kecuali kepada Allah semata. Allah berfirman,
            “Dan (Allah) membanyakkan harta dan anak-anakmu.” (Nuh: 12).
            Termasuk syirik dalam ibadah adalah “Syirik hakimiyah”. Yaitu jika sang hakim, penguasa atau rakyat meyakini bahwa hukum Allah tidak sesuai lagi untuk diterapkan, atau dia membolehkan diberlakukannya hukum selain hukum Allah.
3)      Syirik dalam sifat
            Yaitu dengan menyifati sebagian makhluk (manusia), baik para nabi, wali atau lainnya dengan sifat-sifat yang khusus milik Allah, seperti mengetahui hal-hal yang ghaib. Padahal Rasulullah Saw. semasa hidupnya saja, tidak mengetahui hal-hal yang ghaib tersebut, sebagaimana ditegaskan oleh al-Qur’an,
            “Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat membuat kebajikan yang sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan.” (Al-  A’raf: 188).

Kesimpulan
            Syirik merupakan perkara (dosa) paling besar yang wajib dihindari. Kita harus bersih dari perbuatan syirik, takut jika terjerumus kedalamnya karena syirik adalah dosa yang paling besar. Syirik juga bisa menghapus pahala amal shalih yang dilakukan seseorang, yang terkadang bermanfaat untuk kepentingan umat dan kemanusiaan.
            Allah SWT berfirman,
            “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (Al-Furqan: 23).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar