Berdo’a Kepada Allah swt.
Do’a artinya menyeru, memohon, dan mengharap sesuatu dari Allah Yang Maha Pencipta. Kita sebagai muslim yang beriman, maka didalam kehidupan manusia memerlukan landasan yang dapat menentramkan jiwanya atau tali yang dapat menjadi pegangannya. Adapun yang dimaksud daripada landasan dan tali itu ialah do’a.
Berdo’a merupakan kebutuhan rohaniah yang dibutuhkan manusia di dalam kehidupan ini, lebih-lebih disaat ditimpa oleh kesusahan, kesulitan, dan malapetaka. Bahakan bagi kalangan ulama ada yang mengumpamakan bahwa do’a itu seperti obat bagi penyakit rohaniah, yaitu berupa penyakit takut, bimbang, dan cemas, dan sebagainya.
Banyak manusia, baru berdo’a kepada Allah bila mendapat kesusahan atau ditimpa bencana. Bila keadaan sudah tenang atau beroleh nikmat, jangankan berdo’a, bahakan lupa dan melalaikannya. Dia pun telah menyangka, bahwa nikmat yang dia dapatkan itu berasal dari usaha kerasnya sendiri. Kita sebagai muslim, tentunya mengetahui bahwa tanpa adanya bantuan dan pertolongan Allah swt. maka nikmat (keberhasilan) itu tidak akan kita peroleh dalam kehidupan ini.
Perlu kita ketahui bahwa do’a adalah inti ibadah. Sebagaimana penegasan nabi Muhammad saw. dalam hadist riwayat Bukhari, yang artinya:
“Do’a itu adalah intisari ibadah.”
Karena itu jangalah kita termasuk orang yang melupakan do’a, yaitu di kala senang berhenti berdo’a, dan saat susah tiada henti-hentinya berdo’a. Hal ini adalah apa yang telah ditegaskan oleh Allah swt. dalam surat Fushshilat ayat 51, yang artinya:
“Apabila Kami berikan nikmat kepada manusia, dia memalingkan diri dan berbuat sombong. Tetapi apabila bahaya datang menimpanya, diapun berdo’a panjang lebar.”
Perlu sekali sebagai hamba Allah yang beriman kepada-Nya senantiasa berdo’a hanya kepada Allah swt. dan membaca istighfar pada setiap waktu karena dengan bacaan istighfar yang kita panjatkan kepada Allah, maka kita akan meraih ampunan dari Allah. Dan bila bertobat kepada Allah dengan sungguh-sungguh, insya Allah tobat kita akan diterima oleh Allah swt. dan dosa-dosa kita akan diampuni. Nabi Muhammad saw. bersabda, yang artinya:
“Kalau kita melakukan kesalahan bertumpuk-tumpuk sampai selangit, kemudian bertobat, maka Allah berkenan menerima tobatmu.”
Berikut ini merupakan adab-adab berdo’a menurut Imam Ghazali, yaitu sebagai berikut:
· Dilakukan pada waktu yang mulia, seperti hari Arafah, bulan Ramadhan, waktu Sahur, dan pada Hari Jum’at.
· Dilakukan dalam keadaan khidmat, seperti waktu sujud, ketika hati tenang dan bersih daripada gangguan setan.
· Menghadap kiblat dan mengangkat tangan.
· Merendahkan suara sekedar dapat didengar sendiri atau orang yang ada disisinya.
· Memakai bahasa yang sederhana yang menunjukkan kerendahan hati. Lebih diutamakan do’a-do’a yang berasal dari Nabi Muhammad saw. atau sahabat atau tabi’in, yakni do’a yang ma’tsur.
· Merendahkan diri dan menundukkan hati (Khusyu dan khudhu’).
· Meyakini do’anya pasti dikabulkan Allah, tidak kecewa atau gelisah bila do’anya belum dikabulkan.
· Mengulangi do’anya hingga tiga kali, dengan keyakinan penuh.
· Memulai do’a dengan menyebut Allah, Al Hamdulillah dan shalawat nabi.
· Melaksanakan adab bathin, agar diperkenankan do’anya, yaitu taubat sebelum berdo’a, menghadapi diri sepenuhnya pada Allah, makan minum, dan berpakaian dari yang halal dan tidak berdo’a yang mustahil atau mencelakakan orang, kecuali orang dzhalim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar