Jumat, 10 Juli 2015

Mengoreksi Kesalahan Diri Sendiri

Mengoreksi Kesalahan Diri Sendiri

            Ada sebuah peribahasa; dikatakan bahwa gajah yang di pelupuk mata tiada kelihatan, tetapi semut di seberang lautan jelas kelihatan. Artinya; bahwa watak manusia yang suka melihat kesalahan orang lain walau yang kecil-kecil, akan tetapi lupa atau memang sengaja melupakan diri terhadap kesalahan diri sendiri.
            Perbuatan semacam ini sesungguhnya sangat dilarang Allah swt. sesuai dengan penegasan Allah dalam surah Al-Hujarat ayat 12, yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Maukah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang telah mati. Maka pastilah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

            Bahkan di dalam sebuah hadist hasan yang diriwayatkan oleh Al Bazzar, nabi Muhammad saw. telah menegaskan, yang artinya:

“Berbahagialah orang yang selalu diingatkan oleh aibnya sendiri daripada aibnya orang lain.”

            Nah, sebab itulah sebagai orang yang beriman, agar kita senantiasa pandai-pandai mengoraksi dan membersihkan aib atau kesalahan-kesalahan yang terjadi pada diri sendiri dan berusaha dengan segala daya dan upaya untuk mengekang hawa nafsu. Pada dasarnya, kesalahan-kesalahan yang terjadi itu adalah karena menuruti hawa nafsu.
            Marilah kita simak penegasan Allah swt. dalam surah An Nazi’at ayat 40 – 41, yang artinya:

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.”

            Perlua diketahui bahwa bergolaknya hawa nafsu itu datangnya dari empat hal, yaitu:

1.      Sering melanggar larangan Allah.
2.   Sering berlaku riya (berbuat baik bukan karena Allah, malainkan agar dipuji dan ingin mendapatkan sanjungan dari orang lain).
3.      Suka membuang-buang waktu dengan percuma.

4.      Malas menjalankan perintah Allah swt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar