Jumat, 03 Juli 2015

Iman dan Malu

Iman dan Malu

            Bila kita amati mengenai keadaan hidup manusia di dunia kini, penyebab manusia itu disebut makhluk yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya adalah karena manusia dianugerahi oleh Allah swt. berupa akal pikiran yang sempurna, dengan akal pikiran inilah, kemudian manusia bisa meraih kemajuan yang mengagumkan di dunia. Disamping itu, untuk kesempurnaan hidup manusia, oleh Allah diberikan bimbingan dan petunjuk hidup yang sangat luhur, suci, dan mulia yang dibawa oleh para nabi dan rasul.
Dengan petunjuk dan bimbingan hidup yang suci ini, manusia bisa membedakan antara yang baik dan buruk, yang halal dan yang haram. Yang pada akhirnya manusia menjadi sadar, mengenai tugasnya dalam kehidupan ini, mengenai diri, masyarakat, dan Allah. Dan inilah merupakan faktor yang paling penting, yang menyebabkan diri manusia lebih mulia kedudukannya dibandingkan makhluk-makhluk lainnya.
Karena itulah, Allah swt. menunjukkan kepada kita sebagai umat manusia supaya tetap menjadi makhluk yang mulia dan berharga di sisinya, maka hendaklah setiap manusia di dunia ini senantiasa berusaha mempertahankan kehormatan dirinya sebagai manusia. Jangan sampai mengerjakan sesuatu yang menjadikan dirinya menjadi jatuh, jatuh menurut pandangan Allah. Adapun yang menjadi penyebab diri manusia jatuh adalah sebagai berikut:

Bila kita sebagai manusia ini sudah tidak punya malu lagi baik pada sesama manusia maupun kepada Allah swt. maka hal ini bisa berakibat menjadi tidak mengidahkan lagi adat sopan santun bahkan tak lagi mengenal perikemanusiaan dan peraturan. Bahkan, kadang-kadang karena sudah tidak punya rasa malu lagi, dan sering menyebabkan diri manusia menjadi tidak mengenal batas, perbuatannya kasar dan sombong, sampai-sampai tidak lagi bisa membedakan mana yang disebut sopan dan mana yang dinyatakan tidak sopan di dalam perkataan dan perbuatan.

            Orang yang beriman dengan sesungguhnya, maka akan merasakan malu bila mengerjakan sesuatu yang menyimpang dari syariat Islam. Orang yang tidak punya rasa malu, maka semuanya dikerjakan. Dalam hal ini Nabi Muhammad saw. bersabda yang artinya:

“Sifat malu itu termasuk cabang dari iman (malu itu sebagian daripada iman).” (HR. Bukhari dan Muslim).

            Adapun mengenai sifat malu yang termasuk cabang iman itu adalah suatu sifat atau suatu akhlak yang mendorong dirinya untuk menjauhi perbuatan yang tidak baik. Yaitu jelasnya; bahwa sifat malu yang termasuk cabang iman, ialah malu dari berbuat sesuatu yang tidak baik.
            Dengan kata lain, bahwa iman itu dianggap kuat dan sempurna bila di dalam gerak dan perbuatannya senantiasa menjauhi perbuatan yang tidak baik. Dan iman itu akan menjadi sempurna bila seseorang itu memiliki sifat malu. Sebab itu, Rasulullah saw. menyatakan dalam sebuah hadist yang artinya:

“Apabila kamu tidak memiliki malu, maka berbuatlah semau kamu.” (HR. Bukhari).


            Bila mau dikendalikan, maka setiap melangkah berpikir seribu kali sebelum terjadi, apakah benar-benar mampu untuk kita terapkan dalam kehidupan ini. Karena dengan rasa malu yang kita terapkan pada diri orang Islam, maka dia akan terkontrol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar