Jumat, 10 Juli 2015

Mengingat Allah

Mengingat Allah

            Mengingat Allah swt. adalah mengagungkannya, mensucikannya, mengucapkan; Allah, mengucapkan tasbih (subhanallah) dan melakukan pujian kepadaNya dengan segala macam bentuk dan cara. Adapun cara berdzikir itu ada dua cara, yaitu:

1.      Dzikir dengan hati.
2.      Dzikir dengan lisan.

            Mengenai berdzikir (mengingat) Allah swt. dalam beberapa surat dalam Al-Qur’an, Allah telah memerintahkan, diantaranya, yaitu pada surah Ali Imran ayat 41, yang artinya:

“Dan ingatlah sebanyak-banyaknya kepada Tuhanmu dan ucapkanlah tasbih, dikala sore dan pagi.”

            Juga firman Allah dalam surah Al-Ahzab ayat 41 – 42, yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, sebut dan ingatlah Allah sebanyak mungkin. Bertasbihlah dan pujalah Dia di kala pagi dan di kala petang.”

            Juga firman Allah dalam surah Al A’raaf ayat 205, yang artinya:

“Dan ingatlah Tuhanmu di dalam hati dengan merendahkan diri dan takut.”

            Demikian juga dalam hadist Qudsi ditegaskan oleh Allah, yang artinya:

“Wahai anak-anak adam, apabila engkau ingat kepadaKu dalam keadaan sunyi sepi, Aku akan ingat pula kepadamu dalam keadaan sunyi sepi. Dan apabila engkau ingat kepadaKu di tengah khalayak ramai, Aku akan ingat pula kepadamu di tengah khalayak ramai yang lebih baik dari tempat engkau ungat kepadaKu.” (Hadist Qudsi riwayat bazzar yang bersumber dari Ibnu Abbas ra).


            Menyebut dan selalu ingat kepada Allah merupakan hal yang amat penting bagi kehidupan orang muslim. Tanda akan cinta kepada Allah, tentu saja akan selalu ingat kepadaNya pada setiap waktu. Ingat kepada Allah itu tidak dalam lidah saja akan tetapi haruslah kita resapi dan kita hayati, betapa besar kekuasaan Allah dan betapa besar karunia nikmatNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar