Minggu, 05 Juli 2015

Ujian dan Cobaan Allah

Ujian dan Cobaan Allah

                Dalam kehidupan dunia ini, memang Allah swt telah menjadikan berpasang-pasangan, ada laki-laki dan perempuan, ada malam dan siang, ada kaya dan miskin, bahkan ada yang bahagia dan susah, dan lain-lain. Jelasnya bahwa hidup ini penuh dengan ujian dan cobaan. Segala sesuatu bila tidak diuji dan dicoba, maka tidak akan terlihat keasliannya, sehingga orang tidak mengetahui mana yang emas murni dan mana yang loyang. Juga pada manusia khususnya pada orang yang mengaku dirinya beriman, sudah tentu harus melalui ujian dan cobaan pula. Dalam hal ini, Allah swt. berfirman dalam surah Al-Ankabut ayat 2-3, yang artinya:

“Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka dan benar-benar Allah mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui pula orang-orang yang dusta.”

            Sebagai muslim yang beriman, maka ujian dan cobaan itu tidak hanya berupa kesusahan, kesulitan, dan sakit saja, tetapi juga berupa kesenangan dan kedudukan. Hal ini sebagaimana penegasan Allah swt dalam surah Al-Anbiyat ayat 35, yang artinya:

“Dan kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan dan kepada kamilah kalian kembali.”

            Kalau kita hanya mengayuh kehidupan dunia belaka, maka kerugian yang akan menimpa karena segala kemewahan di dunia ini adalah cobaan. Maka tidak benar bila ada orang yang mencintai dunia, tetapi akhirat dilupakan, padahal akhirat lebih baik dan abadi. Oleh karena itu, jangan sampai kita terlena, terjebak, tergiur terhadap kemewahan dunia, sehingga kita tergolong orang yang merugi. Dipandang sangat perlu mencintai dunia tapi jangan sampai melampaui batas karena simpatik yang berlebihan terhadap dunia, sampai-sampai melupakan segala perintah-perintah Allah. Silahkan cinta dunia tapi jangan sampai melupakan kewajiban-kewajiban yang telah diperintahkan Allah kepada kita semua.
            Ujian dan cobaan itu banyak macamnya dan bertingkat-tingkat. Ujian itu ada yang menimpa tubuh, pada anak, harta kekayaan, pengaruh, kekuasaan, jabatan, aqidah, dan sebagainya. Bahkan perintah dan larangan dalam agama juga merupakan ujian dan cobaan. Ujian yang paling berat dalam kehidupan ini, yakni harta kekayaan. Sedangkan ujian yang paling ringan, yaitu ujian pada tubuh, seperti terkena penyakit atau kecelakaan. Ujian pada tubuh ini dimaksudkan untuk menguji kesabarannya, kerelaannya dalam menerima qadha’ dan qadar Allah swt. Jika ternyata sabar, maka ditetapkan oleh Allah akan pahalanya dan dihapuskan sebagian dosa atau derajatnya akan diangkat, hingga ujian itu menjadi nikmat baginya. Dalam hal ini Nabi Muhammad saw. telah bersabda, yang artinya:

“Tiada seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semacam tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya melainkan dengan ujian itu dihapuskan olah Allah perbuatan buruknya serta digugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daunnya.” (HR. Mutafaqun’ alaihi).

            Juga sabda Rasulullah saw. yang artinya:

“Ujian yang tiada henti-hentinya menimpa kaum musmu ‘minin pria atau wanita, yang mengenai dirinya, hartanya, anaknya, tetapi dia bersabar, dia akan menemui Allah dalam keadaan tiada berdosa.” (HR. Thirmidzi).

            Sebagai umat Nabi Muhammad saw. maka kita harus mengetahui, bahwa ujian yang paling besar ialah pada harta dan kekayaan. Sebagaimana sabda Beliau, yang artinya:

“Seungguhnya bagi setiap umat ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta kekayaan.” (HR. Thirmidzi).


            Demikian juga dalam kisah para nabi telah disebutkan, bahwa nabi Ibrahim as. mendapat ujian untuk melaksanakan penyembelihan anak belahan hatinya (nabi Ismail as.). Karena ketaatan dan patuhnya pada Allah, nabi Ibrahim lulus dalam menghadapi ujian itu, sehingga nabi Ismail selamat dari pisau ayahnya dan digantikan olah Allah dengan biri-biri sebagai kurban yang sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar