Minggu, 28 Juni 2015

Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Amar Ma’ruf Nahi Munkar

            Amar ma’ruf  nahi munkar memiliki arti memerintahkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Orang Islam satu sama lain adalah saudara. Untuk itu, bila kita menjumpai kemunkaran di lingkungan kita, maka hendaklah secepat mungkin untuk dihapus karena menegakkan amar ma’ruf nahi munkarmenjadi kewajiban semua umat muslim.
            Tidak menutup kemungkinan di era globalisasi ini, banyak kemunkaran yang nampak jelas di lingkungan kita, baik di desa, maupun di kota-kota besar, seperti halnya minuman keras yang sangat digemari oleh kawula muda, di sana sini sering terjadi pengedaran ekstasi, wanita Islam berpakaian seperti telanjang, pergaulan bebas, dan masih banyak lagi kemunkaran-kemunkaran lain.
            Kita semua wajib merubah semua kemunkaran-kemunkaran yang terjadi. Pertama, haruslah dirubah dengan tangan. Bagi orang yang mempunyai kekuasaan haruslah mengubah dengan dikenakan sanksi akibat kemunkaran tersebut, karena melanggar norma agama dan norma masyarakat. Kalau tidak mampu mengubah dengan tangan, maka ubahlah dengan lisan, yaitu memberi nasihat-nasihat. Kalau tidak mampu merubah dengan lisan, maka ubahlah dengan hati, yaitu dengan tidak menyukai perbuatan munkar tersebut.
            Mengenai pentingnya amar ma’ruf nahi munkar, maka Nabi Muhammad saw. menjelaskan dalam sabdanya yang berbunyi:

“Barangsiapa yang melihat kemunkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, apabila tidak mampu, maka dengan lisannya, dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya, yakni diam saja itulah iman yang paling lemah.” (HR. Muslim).

            Hendaklah ada di kalangan umat Islam yang senantiasa mengajak kepada kebajikan dan mencegah kemunkaran. Nabi Muhammad saw. bersabda:


“Perintahlah olehmu akan kebaikan meskipun kamu belum mengerjakan kebaikan itu, dan laranglah olehmu daripada munkar meskipun kamu belum meninggalkan seluruhnya.” (HR. Thabrani).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar