Zuhud
Zuhud adalah memerlukan dan memanfaatkan dunia sekedarnya atau menurut batas-batas yang diperbolehkan oleh Allah. Zuhud sangat identik dengan pola hidup kebersahajaan dan kesederhanaan.
Tiga tanda zuhud, yaitu: pertama, tidak terlalu bergembira kalau memperoleh keberuntungan dan tidak terlalu sedih dengan hilangnya sesuatu. Kedua, dicela atau dipuji itu sama saja bagi orang yang zuhud. Yang terpenting, ia yakin selalu berada dalam kedekatan dengan Allah. Ketiga, selalu besama Allah dan hatinya didominasi oleh lezatnya ketaatan, karena hati tidak bisa terbebas sama sekali dari cinta, baik cinta dunia maupun cinta Allah.
Kezuhudan, kesederhanaan, dan kebersahajaan akan menjadikan seseorang semakin terhirmat dan mulia, bukan hanya dihadapan Allah, tetapi juga di mata sesama manusia, karena kezuhudan, kesederhanaan, dan kebersahajaan adalah cerminan dari kebesaran jiwa dan kesucian hati. Zuhud adalah pola hidup para manusia pilihan. Zuhudlah, maka engkau temukan kemuliaan sejati! Sederhana dan bersahajalah, niscaya engkau tidak akan pernah diserang penyakit iri hati dan dengki.
Allah mengajarkan kepada setiap orang beriman untuk mengembangkan sikap hidup bersahaja dan sederhana dalam kehidupan sehari hari. Bersahaja berarti bersikap sewajarnya, apa-adanya, tidak suka pamer dan berbuat dalam batasan-batasan yang semestinya. Berperilaku sederhana berarti bersikap biasa-biasa saja, tidak terlalu menonjolkan sesuatu, berbuat dalam batasan-batasan sewajarnyadan tidak terlalu berlebihan. Jadi yang baik adalah yang tengah-tengah yang sewajarnya atau sebagaiman mestinya karena segala sesuatu yang berlebihan (tidak sewajarnya dan tidak sebagaimana semestinya) itu negatif.
Sesungguhnya kekayaan bukanlah terletak pada banyaknya harta kekayaan, bergelimang kemewahan, menumpuknya uang dan tabungan dan berbagai kelebihan lainnya. Sesungguhnya kekayaan terletak di hati. Jika hati seseorang sudah merasa cukup dan rida atas apa yang dimilikinya, sejatinya dialah orang yang kaya, meskipun hidup dalam segala kesederhanaan dan kebersahajaan.
Jadilah orang yang selalu merasa puas, agar kita mampu membatasi keinginan. Batasilah keinginan, maka kita akan menjadi orang yang merasa puas. Caranya dengan melihat orang yang berada di bawah dan jangan selalu melihat orang yang berada di atas, sehingga kita menjadi merasa kaya dan puas hati.
Hiasilah hatimu dengan sifat qana’ah dan syukur atas segala karunia Allah, niscaya engkaulah orang yang paling kaya di dunia ini. Dengan sifat qana’ah dan syukur, Anda tidak akan pernah merasa kesempitan, apalagi kekurangan dan ketidakpuasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar