Sabtu, 20 Juni 2015

Iman

Iman

      A.    Pengertian Iman

            Pengertian Iman telah dijelaskan oleh Rasulullah saw. dalam sebuah hadist riwayat Muslim, yang dimaksud Iman adalah:
Iman yaitu pengakuan dalam hati, pengucapan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan.
            Iman tidaklah cukup diakui dalam hati atau diucapkan dengan lisan saja, melainkan harus pula dibuktikan dengan amal perbuatan.

     B.    Rukun Iman

            Rukun Iman ada 6, yaitu:

1.     Iman kepada Allah

            Mempercayai bahwa Allah itu ada, dan Dialah yang menciptakan seluruh isi alam ini. Dia Maha Hidup, Maha Mengetahui, Maha Esa, Maha Mendahului, dan Maha Sempurna, serta Maha Suci dari segala sifat yang tercela. Bila seseorang benar-benar beriman kepada Allah, maka ia harus membuktikan keimanannya dengan menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.

2.     Iman kepada Malaikat Allah

            Mempercayai bahwa Allah telah menciptakan makhluk bernama Malaikat. Allah menciptakan Malaikat dari cahaya, tidak mempunyai jenis kelamin, tidak makan, tidak minum, dan tidak tidur. Malaikat termasuk makhluk ghaib, tidak dapat dilihat bentuk aslinya oleh manusia. Dan makhluk yang paling patuh kepada Allah.
            Jumlah malaikat banyak sekali, tidak ada seorang yang mengetahui jumlahnya kecuali Allah swt. Namun, malaikat yang wajib kita ketahui ada 10, yaitu:

1)          Malaikat Jibril,  bertugas menyampaikan wahyu kepada Nabi dan Rasul.
2)          Malaikat Mikail, bertugas mengatur hujan dan membagi rezeki.
3)          Malaikat Isrofil, bertugas meniup sangkakala (terompet) pada hari kiamat.
4)          Malaikat Izroil, bertugas mencabut nyawa makhluk hidup.
5)          Malaikat Munkar dan
6)          Malaikat Nakir, keduanya bertugas memeriksa dan menanyai orang mati di kubur.
7)          Malaikat Roqib, bertugas mencatat amal baik manusia semasa hidup di dunia.
8)          Malaikat Atid, bertugas mencatat amal buruk manusia semasa hidupnya.
9)          Malaikat Malik, bertugas menjaga neraka.
10)     Malaikat Ridwan, bertugas menjaga surga.

3.     Iman kepada Kitab Allah

            Mempercayai Allah telah menurunkan Kitab kepda para Nabi dan Rasul-Nya, yang berisikan berbagai macam aturan hidup dan kehidupan manusia di muka bumi. Ada 4 saja kitab Allah yang wajib kita ketahui. Empat kitab itu, yaitu:

     1)     Kitab Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa a.s. dengan bahasa Ibrani.
     2)     Kitab Zabur, diturunkan kepada Nabi Daud a.s. dengan bahasa Qibthi.
     3)     Kitab Injil, diturunkan kepada Nabi Isa a.s. dengan menggunakan bahasa Suryani.
     4)     Kitab Al-Qur’an, diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. dengan bahasa Arab.

4.     Iman kepada Rasul Allah

            Mempercayai Allah telah mempunyai Rasul atau utusan dari kalangan manusia yan diberi wahyu untuk disampaikan kepada umat manusia. Perbedaan antara Nabi dan Rasul adalah, Nabi diberi wahyu hanya untuk dirinya sendiri, sedang Rasul diberi wahyu untuk disampaikan kepada umat banyak (orang banyak).
            Rasul mempunyai 4 sifat wajib, yaitu:

      1)     Shiddiq (benar)
      2)     Amanah (jujur/bertanggung jawab)
      3)     Tabligh (penyampai)
      4)     Fathonah (cerdas/pandai)

            Jumlah Nabi dan Rasul banyak sekali, tidak ada yang tahu pasti berapa jumlahnya kecuali Allah semata. Jumlah Nabi dan Rasul yang wajib yang kita ketahui hanya 25 orang, yaitu:


1)          Adam
2)          Idris
3)          Nuh
4)          Hud
5)          Shaleh
6)          Ibrahim
7)          Luth
8)          Ismail
9)          Ishaq
10)     Yaqub
11)     Yusuf
12)     Ayub
13)     Syuaib
14)     Musa
15)     Harun
16)     Dzulkifli
17)     Daud
18)     Sulaiman
19)     Ilyas
20)     Ilyasa
21)     Yunus
22)     Zakaria
23)     Yahya
24)     Isa
25)     Muhammad

5.     Iman kepada Hari Kiamat

            Mempercayai bahwa alam semesta beserta isinya ini akan hancur binasa dan berganti dengan kehidupan baru yang kekal dan abadi. Dalam kehidupan bari itu manusia akan menerima balasan dari setiap amal perbuatannya selama di dunia. Dimana yang jahat akan mendapat siksa, dan yang baik akan mendapat pahala.

6.     Iman Kepada Qadha dan Qodar Allah

            Mempercayai bahwa segala yang terjadi, baik yang menyenangkan atau pun yang menyusahkan dalam masa berlakunya yang sudah terjadi, sedang terjadi, dan yang akan terjadi, semuanya itu sudah menjadi ketentuan dari Allah. Walaupun begitu, kita tidak boleh menyerah begitu saja terhadap ketentuan Allah itu. Sebab kita masih diwajibkan untuk berusaha dan berikhtiar. Sedangkan hasilnya akan kita serahkan kepada Allah (Tawakkal).

     C.     Cabang-Cabang Iman

            Rasulullah saw. bersabda,

Iman itu lebih dari enam puluh cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan, ‘La ilaha illallah’ dan cabang yang paling rendah yaitu menyingkirkan gangguan dari jalan.” (HR. Muslim).

1.     Amalan Hati

            Amalan Hati berupa i’tikad dan niat. Terdiri dari dua puluh empat (24) cabang; yaitu iman kepada Allah, termasuk di dalamnya iman kepada Dzat dan Sifat-sifatNya serta pengesaan bahwasanya Allah adalah,

Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dialah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.” (Asy-Syura: 11).

            Beriman kepada Allah, beriman malaikat-malaikat, kitab-kitab dan para rasulNya, beriman kepada qadar (ketentuan) Allah, yang baik maupun buruk. Beriman kepada Hari Akhirat, termasuk di dalamnya pertanyaan malaikat di dalam kubur, kenikmatan dan azab di dalam kubur, kebangkitan dan pengumpulan di Padang Mahsayar, hisab (perhitungan amal), mizan (timbangan amal), shirath (titian di atas neraka), Surga dan Neraka.
            Kecintaan kepada Allah, cinta dan marah karena Allah. Kecintaan kepada Nabi saw. dan yakin atas keagungan beliau, termasuk di dalamnya bershalawat atas Nabi saw. dan mengikuti sunnahnya.
            Ikhlas, termasuk di dalamnya meninggalkan riya dan nifaq. Taubat dan takut, berharap, syukur, dan menepati janji, sabar, ridha dengan qadha dan qadhar, tawakal, kasih sayang dan tawadhu (rendah hati), termasuk di dalamnya menghormati yang tua, mengasihi yang kecil, meninggal sifat sombong dan bangga diri, meninggalkan dengki, iri hati, dan emosi.

2.     Perbuatan Lisan

            Terdiri dari tujuh (7) cabang: Mengucapkan kalimat tauhid, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, membaca Al-Qur’an, belajar ilmu dan mengajarkannya, berdoa, dzikir, termasuk di dalamnya istighfar (memohon ampun kepada Allah), bertasbih (mengucapkan “Subhanallah”) dan menjauhi perkataan yang sia-sia.

3.     Amalan Badan

            Terdiri dari tiga puluh delapan (38) cabang:

1)     Yang berkaitan dengan anggota badan ada 15 cabang

            Bersuci baik secara lahiriyah maupun hukumilah, termasuk di dalamnya menjauhi barang-barang najis, menutup aurat, shalat fardhu dan sunnat, zakat, memerdekakan budak.
            Dermawan, termasuk di dalamnya memberi makan orang lain, memuliakan tamu. Puasa, baik fardhu maupun sunnat, i’tikaf, mencari lailatul qadar, haji, umrah dan thawaf.
            Lari dari musuh untuk mempertahankan agama, termasuk di dalamnya hijrah dari negeri musyrik ke negeri iman. Memenuhi nadzar, berhati-hati dalam soal sumpah (yakni bersumpah dengan nama Allah secara jujur, hanya ketika sangat membutuhkan hal itu), memenuhi kaffarat (denda), misalnya kaffarat sumpah, kaffarat hubungan suami istri di bulan Ramadhan.

2)     Yang berkaitan dengan nafsu

            Terdiri dari enam (6) cabang: menjaga kehormatan diri dengan menikah, memenuhi hak keluarga, berbakti kepada kedua orang tua, tidak mendurhakainya, mendidik anak, silaturahmi, taat kepada penguasa (dalam hal-hal yang tidak merupakan maksiat kepada Allah), dan kasih sayang kepada hamba sahaya.

3)     Yang berkaitan dengan masyarakat luas

            Terdiri dari tujuh belas (17) cabang: menegakkan pemerintahan secara adil, mengikuti jamaah, taat kepada ulil amri (para penguasa dari kaum Muslimin selama mereka tidak memerintahkan pada kemaksiatan), melakukan ishlah (perbaikan dan perdamaian) di antara manusia termasuk di dalamnya memerangi orang-orang Khawarij (orang yang mengkafirkan orang Islam yang melakukan dosa besar) dan para pemberontak. Tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, termasuk di dalamnya amar ma’ruf nahi munkar (memerintahkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran), melaksanakan hudud (hukuman-hukuman yang telah di tetapkan Allah).

            Jihad, termasuk di dalamnya menjaga wilayah perbatasan dari serangan musuh, melaksanakan amanat, diantaranya merealisasikan pembagian seperlima dari rampasan perang. Hutang dan pembayaran, memuliakan tetangga, bergaul secara baik, termasuk di dalamnya mencari harta secara halal. Menginfakkan harta pada yang berhak, termasuk di dalamnya meninggalkan sikap boros dan foya-foya. Menjawab salam, mendoakan orang bersin yang mengucapkan alhamdulillah, mencegah diri dari perbuatan yang membahayakan orang lain, menjauhi perkara yang tidak bermanfaat serta menyingkirkan gangguan yang mengganggu manusia dari jalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar